Postingan

Malaikat Rindu

Pada senja yang memudar Wajahmu kian terpampang Tak surut dalam gugur Kian tegas dan semakin gamblang Kau jelas lebih tahu Malaikatku Kau penanam rindu Ibu...

kamu...

Padamu... Yang kan menemaniku Hingga senjaku, menjemputku... Kamu... Yang kan selalu... Berbisik rindu Disetiap waktu Kamu... Yang kan menjemput sadarku Pada pintu - pintu subuh Dan kamu... Yang meluaskan bibirmu Lebarkan telingamu Pekakan hatimu Tajamkan pikirmu Demi aku dan kamu... Rabb... Kau... Begitu Romantis...

rindu-rindu

siapakah yang akan bertanggung jawab? atas rindu-rindu... para rindu kian menggebu para rindu masih bisu para rindu terpenggal waktu para rindu tenggelam SuratanMu

aku cemburu

aku cemburu pada fajar dan binar malaikat mengintip pun menjulang akan sorot keikhlasan aku cemburu pada senja dan mega merah melengkapi dalam keindahan pun sprektum menyebar alunkan nyanyian surga aku cemburu pada malaikat subuh yang bersiap membangkitkanmu iya, aku cemburu dan maafkan atas kecemburuan itu maaf atas kecemburuan itu maaf akan kecemburuan ku

biarkanku sejenak berandai

kali ini biarkan aku berandai dalam malam 12 Ramadhan ini temani ku berandai tentang dia,... tentang dia dalam malam panjang... tentang dia, aku, dan dia... dengarlah detak bernada kalimat kian berbisik penuh bisikan akankah berkata dari hati kian palsu? akankah ungkap demi ungkap masih ambigu? akankah selalu hadirmu membuat rindu berkecambuk? akankah rindu selalu berujung pada luka bisu? kemarilah, dengarlah, bisik rindu harapku kian terpupuk bersama waktu dan selalu terpupus dengan bisumu kian retak sebab kamu... tak rasa, sebab tak berasa rindu sebatas melawan logika izinkan aku bertanya, kapan kau kan datang dengan emas permata? @ za_12Ramadhan

Esok Ramadhan

tepat sebelum jarum jam menusuk ganjil ke dua rintik kian bernada beraromakan debu rindukan hujan seperti hawa-hawa rindu pada bulanNya inilah semilir kehangatan dibalik rindu yang mendalam dalam dan dalam aahhh... esok ramadhan emak... sebagaimana kau ingatkan kami esok ramadhan sambut dia peluk dia dan cium dia dan ramadhan disambut dengan rintik hujan emak hujan yang kemarin enggan menyapa kini ia datang mengantar sang Ramadhan seiring rintiknya seiring pula detaknya begitu pula harapan doa-doanya marhaban ya ramadhan... 26/05/2017. 14.31