Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Sela...

Dibalik jendela rindu Meski ku tak mampu menatap dua bola mata mu Namun ku tau Kau mengintipku Dari sela jendela karyaku Bukan begitu? Honey ku?

Adzan Rindu

Gambar
Pada semburat keemasan aku menyapamu yang tenggelam turut bayang menghambur Beriring pemanggil, berteriak PadaMu... Aku rindu, akan Suara panjangmu Yang berteriak disetiap lima waktu lalu berbisik merdu disetiap malam-malam syahdu

Dimana kamu,kang?

Apa rasa tirta lazuardi kali ini? Berbau kenangan? Serasa masam? Atau mungkin tak layak dipandang? Ahhh ... kang Biarlah, aku sejenak layangkan bayang Akan mu yang larut dalam putaran kembang Mana dirimu kang? Yang memintaku meraju di pundak gagahmu,sayang. Kini ... hampirku tak berdaya Lelah berkejaran masa bagaimana jika aku menyerah kang? Bagaimana kang? Bagaimana? Dengarlah kang Dari ujung tanah Yang entah kau dimana Kembali ke peraduan Atau berjalan lalui malam Kang, kapan kau datang?

Jika...!!!

Siapa bertanya akan cinta Pada hati yang telah terpenjara Lama ku menutupnya Melempar jauh kunci pemiliknya Jika kau dihadirkan untuk menyemikan rasa Mungkin benar... Jika kau dihadirkan untuk rainkarnasi dia Mungkin kau bukanlah dia... Mereka mengajarkan bagaimana kasih bertindak Bagaimana rasa tetaplah di jiwa Bagaimana sakit meraja Bahkan bagaimana rindu harus selalu dimusnahkan Jika kau memilihku Kau kan menjaga ku Menjaga imanku Menjaga hatiku Menjaga jiwaku Menjaga ragaku Menjaga tuturku Menjaga lakuku Menjaga hidupku Jika kau menjagaku Kau tak kan biarkan karat melekat diotakku Tak kan biarkan debu merasuk dikedipan mataku Tak kan biarkan ku berdusta pada setiap aliran nafasku Jika kau jadikanku makmum mu Tak kan kau biarkan pikirku melayang karena mu Tak kan kau biarkan tanganku hangat akan selainmu Tak kan kau biarkan lekukku untuk yang bukan muhrimku Dan tak kan ada kasih selain kau dan aku Pada ikatannya Dia Yang Maha Penyatu @za_SenjaThailand_...

Bukan milikku

Layaknya rindu yang lalu Harus berhenti tanpamu Menanggalkan senyummu Dibalik luka yang semu Ku ulangi kembali Jiwa itu tak ku miliki Dan mungkin tak kan ku miliki Atau mungkin harus mati

Sabda Jiwa

Sabda-sabda harum dalam debur Mengharu tanpa bayang kabur Aku masih berlayar dengan nyiur Melambai penuh senyum menghambur Entah dimana titik akan cahya Terbenam atau menyapa Sekejap hilang atau musnah tiada tara Sang Pemilik Jiwa lebih paham akan segala

Garam

Tak usah bertanya Mengapa bisu membungkam Kau akan tau luka terlempar garam Perih dalam diam... Salah berlayang??? Sudah lah sakit Hanyalah bumbu Sayang

Aku Ingin Mencintaimu

Aku ingin mencintaimu Berdiri dari sakit yang pernah lalu Bukan pelarian atau harap palsu Aku ingin sandarkan kepala satuku Kala angin semilir atau badai datang menyapu.... Aku ingin mencintaimu Bangkit dari keterpurukan hati yang lalu Kau akan tau siapa diriku Lebih dalam akan batinku Aku ingin mencintaimu Selalu tersenyum dalam bahagia denganmu Meski duka lara datang mencumbu Kau selalu ada memeluk erat tubuhku Aku ingin mencintaimu Meski ku tau Kau mungkin tak kan pernah menjemputku Kau sebatas bumbu penyedap pada jalanku Dalam tanah rantau Sesaat yang kan segera berlalu Aku ingin mencintaimu Membuka mataku Kasih anak adam bukan harap palsu Aku ingin mencintaimu Meski ku tau Siapa diriku Si kerdil, penuh mimpi selalu

Siapalah aku?

Luka ... Basah... Derita... Bukan demikian kau hantar Pada setiap masa yang telah bergetar Kau bukanlah dia Ataupun mereka Kau bukan pendengar duka pelipur lara Yang pergi dengan hangat kasihnya Kau bukan rainkarnasi Dari dia yang pergi meninggalkan cinta demi Dia yang lebih cinta Kau bukan pengamat dalam diam yang penuh akan angan bermasa Kau bukan mereka, bukan!!! Meski kau miliki Jiwa layaknya dia Pikir layaknya dia Hati layaknya dia Yakinku, kau bukan mereka... Meski matamu serupa Meski senyummu serupa Meski pikirmu serupa Meski sentuhmu serupa Kau tak kan serupa... Bagaimana langkah berjalan Pada liku yang nyata Siapa kamu? Mendekat dengan hangat Merayu dengan mesra Menghayal dengan bebas Merahkan yang hampir menghitam Sempat melayang diatas awan Berhayal...tersenyum dalam sendirian Namun bayang jatuh terasa memilukan Siapa aku? Kerdil tak berarti Kecil tak berisi Kasih tak berani Bintang menyendiri Berpasang bulan pada malam kian sunyi Tak p...

Senja Thailand 10

sebatas emosi meliuk tajam dalam pintu rembulan ke 4 syawal bagaimana mata tak menyantapnya dia yang sendiri diantara batu cahaya lainnya bukan gelap ataupun pekat dia masih menyapa meski bingkai keagungan meninggalkannya ia tak kan menyelinap dibalik awan pekat dia tersenyum hingga fajar menggantikannya... @za_akuDanSenjaThailand

Senja Thailand 9

tentang kamu... bak kupu anggun dalam toples kristal tak berkutik bisa jadi tak bermakna detik penghujung kian menjelang ibarat abu nawas merayu pada Tuhannya pudar sajak nampak strata siapa kamu wahai gadis tak bersuara? berkawanlah dengan kristal rindu dalam pelukan Dia Maha Tahu jalan terbaik untukmu, sayang. @za_akuDanSenjaThailand_Moon

Senja Thailand 8

hujan bulan juni... tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni tak ada yang menawan dari hujan bulan juni pun tak ada burung dua pada hujan bulan juni ini... bukan 'hujan bulan juni' sapardi sebatas tatanan pada ujung bulan juni yang kan purna pada waktu ini namun rinduku tak sebatas hujan bulan juni see you puisi... pada hujan bulan juni... nanti... @za_akuDanSenjaThailand

Senja Thailand 7

Gambar
kereta takkan pernah menunggu penumpang duduk dengan nyaman untuk berjalan senada putusanNya tak pernah menunggu kesiapan pun kemapanan insan lalu... masih saja kau diam dan selalu terpejam? aksara-aksara berserak ia tak pernah menunggu untuk dirangkai dia hanya tersenyum melihatmu yang masih menunggu tak kunjung bertemu dan masihkah kau anggun dengan keambiguan yang kau cipta... langit pun ikhlas jika kau ukir dengan awan-awannya pun akhirnya... diksi apa kan kau cetak pada mereka. ‪#‎ Chana‬ @za_akuDanSenjaThailand

Senja Thailand 6

lagi - lagi... jemari ini melemah suara ini menghilang jiwa ini menciut ia mungkin meleleh... bersama terik yang lembut diksi ini pun melayang entah esok kembali atau ia ingin pulang bersama senja, rindu ini menunggu... sekedar berhayal, bersandar sawit, tersapa lembut angin berirama desahan ombak... @za_akuDanSenjaThailand

Senja Thailand 5

kak, layaknya roda waktu yang terus berputar Ramadhan ini pun kian mendekati penghabisan sadar segala ini milikNya termasuk rindu yang kian menganga ku tak tau dimana dirimu berada bagaimana keadaanmu disana sedang bersujud, berdoa, menengadahkan tangan atau bersua bersama malam panjangNya... dan kau tau kak... ku tak tau siapa dirimu? namun rodaNya tetap berputar entah disudut mana bayangmu muncul entah di Ramadhan ke berapa jiwamu melontar senyum pun entah ditangga masehi mana kau hadir dengan janji yang tak tumpul @za_akuDanSenjaThailand

Senja Thailand 4

Dan kehadiranmu semalam membuatku semakin rindu rindu belai dan santun tuturmu hingga tak lepas bahagiaku mengingatmu lepas titik batu membongkah di dadaku emak... apalah daya ku disebrang rantau ini Ramadhan tak mampu memandang nisan mulusmu mampuku berbisik pada setiap rinduku dengan surah yang selalu kau pinta dariku emak... Ramadhan ini tersambut dengan pelukmu semalam lalu @za_akuDanSenjaThailand

Senja Thailand 3

Gambar
kak... langit di tanah ini bermuram pasca terik menghunus tanpa ampunan ia mengajak ku bertanya begini kah takdirnya? tiba-tiba surya tertawa lepas kemudian bermuram durja berteriak menyumbat telinga kak... dimana kau? karet-karet kian melambai berjajar ucapkan selamat tinggal pada sang terik menyambut bahagia gumpalan-gumpalan awan hingga ku pandai bagaimana lelehkan rindu kian mengkristal padamu kak... seperti jalan yang kau tunjukkan padaku terbebas, tersenyum diatas sang bukit mana pundakmu kak... kan ku bisikkan nyanyian rindu di tanah juang melayu ini @za_akuDanSenjaThailand_DarkSky

Senja Thailand 2

Gambar
kak... disini tak kutemukan cemara yang melambai pun pinus yang menusukkan harumnya namun ku dapati jajaran karet menjulang tersadap disetiap fajar tersayat bak rindu terluka bergaram tak ku merintih setiap mereka meminta tuk ku ulang bahasaku tak ku menangis setiap mereka tak paham maksudku mereka cukup paham makna jiwaku mataku matanya dalam aksara kita aksara yang mereka ajarkan padaku namun... suaraku meleleh kala mereka meminta untuk bersenandung mungkin aku lupa bagaimana menikmati nada aku pun lupa bagaimana menghayati cinta hingga rindu pun terbiasa ku lemahkan hingga ku lupa bagaimana mengobati rindu yang terluka. kak... semilir angin di tanah tak pernah terjajah ini masih sejuk meski terik meraja pun menusuk mereka kembali membuatku bermimpi tinggi menyimpan rindu dalam pintu ramadhan ini aku masih disini dengan rindu dan hujan yang akan datang nanti @za_AkuDanSenjaThailand 02/06/2016 15:20

Senja Thailand I

Gambar
kak... jauh disebrang kaki lemah ini menapak masih lemah selemah jemari mengayun dalam aksara masihku melayang seperti kau mengenalkanku... akan jalan-jalan yang panjang kita masih bisa bermimpi meski mimpi terbatasi, salamku pada rindu-rindu penunggu hujan dan senja yang kini berkumpul dalam hangat canda tawa meski tak ada bayangku diantara mereka sayang ku masih utuh selamanya kak, para adikku akan menyusuri jejak kitaaa @za_KauDanSenjaThailand Hotel cs. Pattani Thailand Selatan

Ga.Diz.Za

Ga... aku lupa bagaimana berpuisi sekejap sajakku hilang, entah kemana? diksiku pun berurai... satu per satu huruf meninggalkanku, bersama rindu dan pekat. Diz... tak kah kau berbisik padaku? layaknya angin senantiasa beradu dengan sang ombak Za... Di sana Hitler menunggu, Piramida dengan sungai Nilnya, Kincir angin berhias tulipnya, Kangguru pada gurunnya Samurai bersanding Sakura Seribu pagoda di depan mata Zamrud khatulistiwa memeluk dengan eratnya dan Engkau Pemilik Segalanya...   #RasaRuangRindu