Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Ibu...

Ibu, Kenapa aku tumbuh tanpamu Kenapa Dia memanggilmu lebih dulu Kenapa engkau pergi dariku Kenapa aku berjalan tanpamu Makhluk ini tumbuh bu... Tumbuh.... Tumbuh... Tumbuh... Namun kau pasti tau Makhluk ini mengkerdil Mengecil Terhimpit Tertekan Terbengkalai Ibu, Aku ingin... Memanggilmu Memelukmu Mengecupmu Aku rindu, Belai belai kasih mu Belai belai nasehatmu Belai belai santunmu Pun belai belai doamu Ibu, Kau selalu lebih tau akan aku Memahami emosiku Mengerti gerikku Mendengar slentingan hatiku Merasakan lelah yang menggebu Ibu, Aku ingin menulis akan mu Akan aku Akan rindu Akan syahdu Dan juga candu Ibu, Maafkan aku... Gadis kecilmu yang sedang tumbuh Menatap masa depannya Menata hidupnya Mencari jalannya TUHAN... peluklah ibuku Hapuskan dosanya karena ku Indahkan istananya Nyamankan dia Engkau, Yang Maha Memahami Segala .

Azan Subuh

Sebagaimana fajar pancarkan sinarnya Suaramu berbisik disetiap telinga Sampaikan salam penuh makna Sehangat teh hijau bercampur susu yang kita suka Aaahhhh Azan subuhmu masih terdengar kang...

Ajariku...

Ajariku, maafkanmu. lepaskanmu. tinggalkanmu. hapuskanmu. lupakanmu.

Han,

Angin sedang berbisik dengan merdunya Kabarkan ia yang tengah berbunga Lewati malam dengan riangnya Berceloteh penuh rasa mesra Selamat ... Aku mengintipmu dibalik suara bungkam Menelisik setiap kedipan Berbisik haru akan perjuangan Tuhan yang tahu Jalan Dan biar terhanyutkan bayangmu selanjutnya Seperti kau bakar-putuskan memoriam Benar-benar, hitam kan memudar