Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Rindu Kian Retak

Jemari ini tak lagi menari gemulai seperti ombak menggulung bersama deburnya Mata ini tak lagi membendung perih seperti bendungan kokoh penahan hantaman aliran Bibir ini tak lagi lincah seperti burung berkicau lepas dengan syahdunya Sebongkah rindu ini pun tak lagi bertuan seperti embun menetes begitu saja lalu... mau apalagi yang tergoreskan kepingan rindu itu kian tak menyatu terlebih ia kian merapuh merapuh akan kisahnya meleleh akan teriknya yang menghujam ahh apalah yang kutulis ini sebuah goresan tak bepermata sebatas sesak rindu yang kian meronta dan segera retak dengan jalanNya

Masih...

Kau lihat itu... Bayang mendahului badan kau pandang itu... Terik kian meninggi kau rasa itu... Hangat semakin menyengat Dan kau tahu bayang mu masih datang dalam sejenak buaian menghangat tak sadar namun kau tahu Kala sadar datang kau menghilang tinggalkan sisa sisa aksara membawa kau dalam tingkat strata  Wujud mimpi, harap, pun igauan Tetaplah... dalil berbeda. Za, hangat dhuha

1% rasa air...99% kenangan...

Tak dapat dipungkiri, hujan telah membawa satu arti tersendiri hingga banyak penggemar yang selalu menantinya. Meski basah sebagi akibatnya. Hujan membawa kekuatannya kehangatan dalam nuansa dingin bahkan hujan mampu membawa terbang alam bawah sadar, menari dalam mimpi panjang tak berkesudahan melayang bak menari diatas awan hujan... masih terekam jelas penggalan kalimat dari wartawan asal kota santri ini, " hujan 1% rasa air, dan 99 % adalah kenangan". Bagi penikmat hujan, benar adanya. Hujan membawa kembali beribu kenangan yang terpendam, mungkin hampir pudar tergores masa. Seperti hal nya saat ini, hujan menyambut didepan pintu fajar. Merengkuh hangat anak Adam dengan sekian buai mimpinya. Menggantikan embun yang siap terlempar pada tanah perpijakan. Iya... embun masih ada dalam rinai hujan disekian tirai-tirai yang tersibak dengan  nurani penikmat hujan bentuk kasih dari Dia Sang Pemilik Hujan Pintu Fajar dalam Rinai Hujan

That's... The Waiting Moisture

Gambar
THAT'S ... Jawaban Embun pada kerontang yang merindukan hujan Mau ku bilang apa? Kala sepi menusuk Mau ku berlari kemana? Kala hamparan hampa begitu mengeruk Mau apalagi Kala jawaban tersirat telah cukup Iya, Cukup menjawab Sepi Sunyi Hampa yang beradu dalam persembunyian anggun nyaman dalam dekap bisu Cukuplah... dari bilik senyap menanti embun jatuh luluhkan kerontang cukup dengan embun sebelum hujan memeluk jawaban Aza - Zahra, penantian aroma koka

ketika berlalu

Gambar

Dia... Sang Sutradara

Shubuh kembali datang... Beriringan sang embun kian terbasahkan rinai hujan tadi malam Basah... Sebasah aliran deras dalam buai pejaman Terbalut tawa tarian pasi Masih jelas... Sungguh jelas Bisik - bisik luka kian berdatangan Membawa air garam siap menghujam Rinai  hujan memeluk erat... begitu erat... Hingga tak tau lagi cara bernafas Lelehkan kristal - kristal merah Yang siap berproses saling mengeratkan

When The God Feel In Love

Gambar
Gambar
Read This!!! Or Look for arround you what you see??? what you hear??? what you feel??? That's the Secret

Jalan Itu Berliku

Gambar
Ia telah berjanji yang tertulis abadi " sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan" terulang ganda sebagai bentuk penguatan. sebuah janji Allah pada manusia yang tak menghentikan hatinya, bibirnya, langkahnya, lambaiannya dalam menggapai janjiNya. seterjal apapun jalan tetap tereksekusi oleh langkah setinggi apapau bintang tetap tergapai oleh angan pun asa ......