Rindu Kian Retak
Jemari ini tak lagi menari gemulai seperti ombak menggulung bersama deburnya Mata ini tak lagi membendung perih seperti bendungan kokoh penahan hantaman aliran Bibir ini tak lagi lincah seperti burung berkicau lepas dengan syahdunya Sebongkah rindu ini pun tak lagi bertuan seperti embun menetes begitu saja lalu... mau apalagi yang tergoreskan kepingan rindu itu kian tak menyatu terlebih ia kian merapuh merapuh akan kisahnya meleleh akan teriknya yang menghujam ahh apalah yang kutulis ini sebuah goresan tak bepermata sebatas sesak rindu yang kian meronta dan segera retak dengan jalanNya