Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Ini... Tentang Kita!!!

Dan menghilangkah jangan pernah kembali berjalanlah senada dengan langkahnya jangan pernah kau sesali ini jalan kita jalan kuasaNya bukan suatu kewajiban bahkan suatu arahan kita memang berbeda iya... kita berbeda tetap dengan dalil akan langit dan tanah yang takkan pernah menyatu namun saling beriringan saling ada saling menguatkan saling melengkapi meski dengan perantara sang burung sampaikan berjuta rindu yang kau penuhi dengan sang titik lazuard kita memang berbeda... sebatas lubang bersudutkan malam yang bersaksi yang melihat sempurna dalam pejaman pasi ini bukan tentang aku dan kamu pun bukan kamu dan aku ini tentang kita, tentang kita yang berjalan dalam skenarioNya dalam cucuran persembunyian bersedu dalam kebodohan terpaku nostalgia penuh kesyahduan hadir tanpa bayangan... dan Selamat Jalan Raih sentuh lembutnya, melangkah penuh senyum manisnya dan ku kan berjalan dalam dunia ku bersama karyanya kita ada, menjadi cerita

manakah dia???

kering... hingga kembali kering tak terlintas bahkan tak terbayang aroma derai hujan masih begitu terasa basah berkilau dalam pantulan cahya dimana kah sang pelangi??? apakah kebohongan umum pelangi hadir dalam hias bias hujan yang kan menyapa lembut dengan geloranya apakah kebohongan pelangi itu indah? apakah hanya hiburan membelai bersyarat... warna warni tanpa pelangi hitam ... biarlah menusuk dengan kilat cahya seklebatnya biar gemuruh berguncang dalam riangnya biar manusia sembunyi dibalik selembar seng berkarat aku tetap berjalan nikmati saat-saat Tuhan turunkan setetes demi setetes RahmatNya ku kan tetap berbisik dalam nada gemuruh bertetes mutiara "Tuhan aku masih merindukannya..." tetes kubus ketiga dalam penghujung masa  :Desember

Angin Basah Desember

Gambar
Sang Fajar merekah disudut Timur mengintip dibalik gundukan yang masih menjulang tiada hangat, tiada nada bahkan tiada suara tahmid binatang renik karya Tuhan masih terasa ... dan sangat terasa ... harum wewangi menusuk pasangan alur nafas titipan Tuhan mengelus lembut rautan yang menghampa kian menghampa tanpa warna bahkan rasa langkah tetaplah berjalan raga tetaplah berpindah rasa tetaplah tersimpan hampa tetaplah meraja tak sekedar suara yang kan berwujud tak sekedar bayang yang kan bertaut tak sekedar janji yang tlah terpatri tak sekedar munajat tunduk kian terengkuh angin basah desember menyapa lembut para keriput yang kian bertaut angin basah desember dingin merasuk menyentuh menghanyut dalam selimut sepi benar-benar selimut sepi

peluk aku... Bunda

"cinta adalah misteri dalam hidupku yang tak pernah ku tahu akhirnya..." lirih nada ungu memecah hening malam. tepat sepertiga malam remaja kecil beradu dalam kelamnya. menari bersama jemarinya dalam lintas karya kesendirian. torehkan tinta perak diatas lembaran rindu yang kian menebal, sajak sederhana pun menetas darinya ku susun berjuta  abjad lambang rasa ku ku rangkai beratus kata lambang jiwa ku ku ukir berpuluh kalimat lambang nurani ku ku buka mata ku lantang melihatmu rangkaian kata tak bermakna jika dibaca tanpa rasa, tanpa pikiran dan tanpa hati. dan kisah ini pun berawal dari sebuah sesal yang menggebu tanpa dosa, membelalak mata yang kian terpejam, memotong nafas yang kian sejengkal bahkan menusuk raga yang kian gontai.kisah gadis kecil, berkulit langsat, tak cantik, tak kaya pun tak pandai. senantiasa bertarung dengan waktu, mengayuh sepedah angin tanpa lelah dibawah terik matahari, "sesuatu yang bisa berubah bukanlah suatu penghalang " kalim...

bodoh, bukan???

pun bukan sang mendung yang bersaksi hujan sang  burung yang kian kemari bukan pula tetes sang lazuardi pun gelak tawa pecinta Ilahi butir kuarsak kan tergumpal menyusun dengan penuh khidmatnya membelang indra berpasang dan lihatlah... seonggok daging bernama terpental tegak didalamnya apa yang terjadi padanya??? cermin tak kuasa memantulkannya bahkan sang cembung akan menjauhinya oh.. tidak.... cekung pun tak terima inikah hukum Kuasa dalan Sneliusnya? inikah keterpurukan panjang dalam kebuntuan? atau inikah pelampiasan tak berarti dalam sebuah jalan? kita terpisahkan oleh media meski datang tegak dengan gagahnya kau hanyalah hayalan cerminan dari sisi keterpurukan bodoh bukan???

Tarian Rindu Irama Hujan

Gambar
keterbatasan atau pembatasankah semua ini? membelenggu erat tanpa rasa tanpa dosa tanpa ampunan melilit … begitu perih begitu sakit hingga tak dapat terasa detak waktu kehidupan sambutan masa kesebelas tetap dalam buai ruangnya titik-titik rindu segera menyapa memeluk erat kerinduan dingin bukan lagi alasan ya... para titik itu kembali hadir gagal kedua kalinya bukan untuk ketiga kalinya seluit cahayanya menyibak menggenggam ricuh gemuruh tak berarah titik hujan dalam buaian rindu lepas harap pada sang Pewujud Harapan Tuhan... melalui titik hujan ini ku untai rinduku dalam bingkai Doa padaMu Ibadahku, Usahaku, Hidupku, Matiku hanya demi Kamu iya Kamu...Tuhan biarkan aku menari dalam nada rindu yang Kau cipta nikmati alunannya sembari pejamkan mata rasakan sapa lembut kuasaMu seiring aliran jalan panjang ini, peluk aku dalam Cinta RahmatMu. belai aku dengan kasih setiaMu

Gadis Senja dalam Masa Kesebelas

Gambar
melangkah …menghilang… mendiam... bukan sekedar gejolak bulan kesebelasan menyambut bukan lagi dingin menusuk tak berwujud bukan pula gelap pekat merenggut bisu biarlah membisu diam biarlah menusuk sepi biarlah menghanyut senja ku kan tetap tersenyum mengajakku terlelap dalam buaian detik melepas sesak yang mendesak melelap gila yang hampir meraja sapaan cinta sang senja sebar senyum penghilang dahaga dalam hamparan permadani Tuhan dan ku kan berbisik penuh manja "Tuhan aku menanti datangnya…"