embun
sajak embun fajar
tak mewakili titik-titik rindu
basahi lembaran hati
tak terhapus bahkan terbawa angin
melayang tinggi dalam buai pasi
lingkar melingkar melengkung
menyajarkan buai-buai rindunya
rindu yang hampir terhapus
yang hampir hilang ditelan masa
titik-titik tak berdawai
tak bermakna
tak punya rasa
bukan berarti Tuhan tak tahu
bukan???
sajak ku kan tersimpan rapi
dalam goresan noktah pelipur hati
berlalu bukan berarti pergi
namun pergi bukanlah akhir
perjalanan ini
masih terbentang menghias dipelupuk
mata
jiwa yang melayang kan tetap kembali
pulang dalam peraduannya
tinggalkan ku sendiri dalam sepi
untaian mutiara ku kan tetap
tersampai
melalui bisik Illahi Rabbi