Angin Basah Desember

Sang Fajar merekah disudut Timur mengintip dibalik gundukan yang masih menjulang
tiada hangat, tiada nada bahkan tiada suara tahmid binatang renik karya Tuhan
masih terasa ... dan sangat terasa ...
harum wewangi menusuk pasangan alur nafas titipan Tuhan
mengelus lembut rautan yang menghampa
kian menghampa tanpa warna bahkan rasa

langkah tetaplah berjalan
raga tetaplah berpindah
rasa tetaplah tersimpan
hampa tetaplah meraja

tak sekedar suara yang kan berwujud
tak sekedar bayang yang kan bertaut
tak sekedar janji yang tlah terpatri
tak sekedar munajat tunduk kian terengkuh

angin basah desember
menyapa lembut para keriput yang kian bertaut
angin basah desember
dingin merasuk menyentuh menghanyut dalam selimut sepi
benar-benar selimut sepi


hanya ruhul pelipur diri
hanya risalah pejalan beriringan
tak kan lagi !!!
raga kecil rendah tak berharga
meronta dalam kelam
merana dalam kesal
merajuk dalam kebisuan

biarlah khafilah pembawa rasa berlalu
biarlah khafilah menari dalam padang ditemani sang pasirnya
biarlah khafilah bersyair dalam teriknya
biarlah khafilah merengkuh segara penumpas dahaganya

si kecil rendah tak berharga tetap berjalan, berlari, terbang, menari, menyanyi dibawah sang awan pelindung terik bertuan.

angin basah desember
bersama sang tirai lazuardi
cukup kamu... kamu... bersanding dalam sunyi sang kecil rendah tak berharga
cukup.. dan cukup kamu... 
masa baru akan segera menjemput
dengan berjuta sambutan hangat yang lebih 
mengeringkan jiwa yang basah akan air mata
sekering sang kincir mengikiskan lautan belanda
kan terbangun peradaban didalamnya
termasuk jalan panjang sepenggal ini...


Merekahkan_fajar
Sambut Semilir Desember
My Life My Adventure

Postingan populer dari blog ini

Ga.Diz.Za

Senja Thailand 4

Yang menyayangimu