Buat apa kau mengukir pahatan
Hanya untuk membayangkan
Biar saja jalan ini terjal
Kau pun tak kan hadir
Meski sekedar menatap mataku
Mata yang hampir tenggelam.
Ga... aku lupa bagaimana berpuisi sekejap sajakku hilang, entah kemana? diksiku pun berurai... satu per satu huruf meninggalkanku, bersama rindu dan pekat. Diz... tak kah kau berbisik padaku? layaknya angin senantiasa beradu dengan sang ombak Za... Di sana Hitler menunggu, Piramida dengan sungai Nilnya, Kincir angin berhias tulipnya, Kangguru pada gurunnya Samurai bersanding Sakura Seribu pagoda di depan mata Zamrud khatulistiwa memeluk dengan eratnya dan Engkau Pemilik Segalanya... #RasaRuangRindu
Dan kehadiranmu semalam membuatku semakin rindu rindu belai dan santun tuturmu hingga tak lepas bahagiaku mengingatmu lepas titik batu membongkah di dadaku emak... apalah daya ku disebrang rantau ini Ramadhan tak mampu memandang nisan mulusmu mampuku berbisik pada setiap rinduku dengan surah yang selalu kau pinta dariku emak... Ramadhan ini tersambut dengan pelukmu semalam lalu @za_akuDanSenjaThailand
Orang yang menyayangimu tak akan pernah menyakitimu, Menyakiti imanmu Menyakiti hatimu Menyakiti jiwamu Menyakiti fisikmu Pun tak kan menyakiti mimpimu Dia akan selalu ada untukmu menyatu dengan insting ilahi Muncul menyejukkan hati Menasehati dengan lirih luruskan hati yang kembang kempis Menyentuh tenangkan diri Dengan doa-doa ingatkan pada Rabbi Lalui jarak yang tak terbatasi Dengan waktu yang terbatasi Dan orang yang menyayangimu takkan menyakitimu... dia akan tenangkanmu dengan ilmu dan hatinya Munculkan mawaddah dalam tutur laku pikirmu Sampai rahmah yang tiada dua diantaramu Kecuali barakah yang kian waktu kian bervolume, penuh, penuh, penuh, penuh, dan penuh Hingga Tangan Penguasa Kehidupan yang kan memutus urat nadi keduanya Dan mendudukkanmu disinggasana keabadianNya... Dan orang yang menyayangimu takkan pernah menyakitimu, Dengan cara santun dan bijaksananya tenangkan mu lewati malam-malam hingga mata tak melihat terangnya surya.