Dia... Sang Sutradara

Shubuh kembali datang...
Beriringan sang embun kian terbasahkan rinai hujan tadi malam
Basah...
Sebasah aliran deras dalam buai pejaman
Terbalut tawa tarian pasi
Masih jelas...
Sungguh jelas
Bisik - bisik luka kian berdatangan
Membawa air garam siap menghujam
Rinai  hujan memeluk erat... begitu erat...
Hingga tak tau lagi cara bernafas
Lelehkan kristal - kristal merah
Yang siap berproses saling mengeratkan

Namun, kembali lagi
Dia penentu JalanNya
Dia berhak atas KuasaNya
Dia bebas berkreasi pada MakhlukNya

biarkan...
kurang dari 100 hari itu mengabur
hilang pun terhapus
melayang bebas sebebas burung merpati kabur

biarkan...
lebih dari 300 hari itu mengenang
terkubur bersama sang manis berujungkan pahit
tertidur pulas dalam dekap peluk bumi penuh kehangatanNya

biarkan...
lebih dari 1000 hari itu berjalan lurus
beriringan penuh tawa dalam bisu kian menghunus

Dan.... kembali lagi
Dia penentu JalanNya
Dia berhak atas KuasaNya
Dia bebas berkreasi pada MakhlukNya

Masih bertahan Sayang
aku masih bertahan
menapaki lekok denganNya
dengan Kalam pun QolamNya
masih anggun...
meski tidak seanggun jiwa fisiknya
sebagus nashab rezekinya
Tetaplah Dia Penentu SegalaNya
Laa haula wa laa quwwata illa billah....

Postingan populer dari blog ini

Ga.Diz.Za

Senja Thailand 4

Yang menyayangimu