bodoh, bukan???
pun bukan sang mendung yang bersaksi
hujan sang burung yang kian kemari
bukan pula tetes sang lazuardi
pun gelak tawa pecinta Ilahi
butir kuarsak kan tergumpal
menyusun dengan penuh khidmatnya
membelang indra berpasang
dan lihatlah...
seonggok daging bernama terpental tegak didalamnya
apa yang terjadi padanya???
cermin tak kuasa memantulkannya
bahkan sang cembung akan menjauhinya
oh.. tidak....
cekung pun tak terima
inikah hukum Kuasa dalan Sneliusnya?
inikah keterpurukan panjang dalam kebuntuan?
atau inikah pelampiasan tak berarti dalam sebuah jalan?
kita terpisahkan oleh media
meski datang
tegak dengan gagahnya
kau hanyalah hayalan
cerminan dari sisi keterpurukan
bodoh bukan???
hujan sang burung yang kian kemari
bukan pula tetes sang lazuardi
pun gelak tawa pecinta Ilahi
butir kuarsak kan tergumpal
menyusun dengan penuh khidmatnya
membelang indra berpasang
dan lihatlah...
seonggok daging bernama terpental tegak didalamnya
apa yang terjadi padanya???
cermin tak kuasa memantulkannya
bahkan sang cembung akan menjauhinya
oh.. tidak....
cekung pun tak terima
inikah hukum Kuasa dalan Sneliusnya?
inikah keterpurukan panjang dalam kebuntuan?
atau inikah pelampiasan tak berarti dalam sebuah jalan?
kita terpisahkan oleh media
meski datang
tegak dengan gagahnya
kau hanyalah hayalan
cerminan dari sisi keterpurukan
bodoh bukan???