peluk aku... Bunda

"cinta adalah misteri dalam hidupku
yang tak pernah ku tahu akhirnya..."

lirih nada ungu memecah hening malam. tepat sepertiga malam remaja kecil beradu dalam kelamnya. menari bersama jemarinya dalam lintas karya kesendirian. torehkan tinta perak diatas lembaran rindu yang kian menebal, sajak sederhana pun menetas darinya

ku susun berjuta  abjad lambang rasa ku
ku rangkai beratus kata lambang jiwa ku
ku ukir berpuluh kalimat lambang nurani ku
ku buka mata ku lantang melihatmu

rangkaian kata tak bermakna jika dibaca tanpa rasa, tanpa pikiran dan tanpa hati.
dan kisah ini pun berawal dari sebuah sesal yang menggebu tanpa dosa, membelalak mata yang kian terpejam, memotong nafas yang kian sejengkal bahkan menusuk raga yang kian gontai.kisah gadis kecil, berkulit langsat, tak cantik, tak kaya pun tak pandai. senantiasa bertarung dengan waktu, mengayuh sepedah angin tanpa lelah dibawah terik matahari, "sesuatu yang bisa berubah bukanlah suatu penghalang " kalimat saktinya.

----
melayang dalam sudut masa lalu,
gadis itu menyendiri, menarikan mata kesana kemari, melamun tiada henti, berbayang masa kan datang dan yang tak kan kembali. sangat terasa kala memori berlari jauh kemasa lalunya.
kembali terasa harum titik lazuardi di ujung dedaunan dan rumput kerdil depan pelataran rumah sederhana berwarna hijau pupus yang segar. setelah guyuran semalam sungguh membekas pada alam sejauh mata menari mengelilinginya. fajar yang mengintip dibalik shubuhlah saksinya kala itu.
kesaksian kepergian jiwa yang takkan pernah kembali dalam hangatnya peluk insan penghirup nafas Tuhan.

----

jelas terekam dalam memori llilitan dalam tempurung yang dimulyakan akan gelar tangis warnai ruang sempit bernuansa bisu, sosok terbaring kaku membujur tepat dihadapan mata yang kian membengkak. ya, seorang bunda yang santun berjiwa baja telah terpeluk malaikat Tuhan.
"bunda..." teriak parau berisak tangis gadis kecil itu
"sabar sayang" peluk ibu muda adik bunda,  bu ana, sembari memeluk gadis yang kian melemah.

tangis tanpa suara mengalir bak bah diterpa hujan deras. penyesalan menghanyut dalam nurani. melemah tak berdaya.

----
Dan....
sepi benar-benar sepi, kalut benar-benar kalut. hilang sang tianng penyangga, hilang sang bunga harap, hilang sang pemilik amunisi semangat tlah terpanggil. tinggalkan ruang hampa yang kian mengelam.
"Tuhan, Ampuni dia, jaga dia dalam peluk hangat Mu Tuhan. tak ada yang dapat ku beri selain permohonan gadis kecil yang rendah tak berharga ini", rajuk gadis kecil yang kini tersungkur di sudut kamarnya sembari menatap lubang kecil alur lalu lintas semilir bisik Tuhan.
gadis kecil yang terlena dalam pilunya itu merangkak sekedar berjalan untuk berlari, bermimpi untuk hidup atau mati, yang pasti dia slalu berbisik dalam sepi, rindu dan kecaman jiwanya "Bunda ... Peluk aku, cukup kala aku terpejam".

Torehan koma sebelum titik akhiri semua
Ga_diza

Postingan populer dari blog ini

Ga.Diz.Za

Senja Thailand 4

Yang menyayangimu